▴DPPPAPMD Kabupaten Purworejo▴ - Rapat Koordinasi Awal Implementasi SSK Milestone 4 Kabupaten Purworejo
- Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2026 di Desa Benowo Kecamatan Bener
- TP. PKK Kabupaten Purworejo Bekerjasama dengan TP. PKK Provinsi Jateng Melaksanakan Pelatihan PARALEGAL
- Paparan Akhir Rencana Aksi Daerah Pembangunan Kesetaraan Gender (RAD PKG)
- Upacara Hari Kebangkitan Nasional
- Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Projo Handoko Loyo
- Sosialisasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang Baik dan Bebas Maladministrasi
- Sosialisasi dan Edukasi Penanggulangan Bullying Anak menuju Kecamatan Bener Layak Anak
- Pelatihan Fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG) di Jawa Tengah
- Launching Peresmian Oprasional KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih)
Ketika yang Pedes Mendominasi Inovasi
Ketika yang Pedes Mendominasi Inovasi
Berita Terkait
- FGD Penyusunan Naskah Akademik Raperda Tentang Pemilihan Kepala Desa0
- Ketika yang “Pedes” mendominasi inovasi0
- Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Kabupaten Purworejo Tahun 20250
- Pembekalan Percepatan Penyusunan LPJ Bantuan Gubernur0
- Studi Komparasi dari DPRD Kabupaten Cilacap 0
- Peningkatan Kapasitas bagi Pemerintah Desa kepada Sekretaris Desa0
- Rakor Percepatan Pembentukan Posbankum di Kabupaten Purworejo0
- Sosialisasi Penyaluran Bantuan Keuangan0
- Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan BUMDesma LKD se Kabupaten Purworejo0
- Pencermatan Peta Batas Desa serta Survey Lokasi Batas Desa di Wilayah Kecamatan Grabag0
Berita Populer
- KP SPAM SEBAIKNYA MENJADI UNIT USAHA BUMDES
- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32 Tahun 2025
- 118 Desa mulai input kuesioner Indeks Desa Membangun (IDM) secara online
- Rapat Koordinasi Posyandu 6 SPM Permendagri 13 tahun 2025
- Pelatihan Aplikasi pelaporan bankeu kepada pemdes PAK BEJO di Kecamatan Butuh
- Rakor TPPS Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2024
- Dialog Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- SOSIALISASI DAN PEMINATAN KESANGGUPAN DESA DALAM PROGRAM HID MAMA
- Hari Jadi ke- 17 Gema Desa 2025 di Stadion Manahan Solo
- Insentif bagi Ketua RT RW

Untuk meningkatkan pelayanan administrasi kepada pemerintah desa, telah dibuat inovasi yang diberi nama Pelas Pedes, sedangkan untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat desa khususnya terkait dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata, juga telah dibuat inovasi Kol Pedes. Pelas Pedes merupakan akronim dari Pelayanan Administrasi Pemerintah Desa, sedangkan Kol Pedes Penting dalam pelaksanaan KKN, merupakan kepanjangan dari Kolaborasi Pemerintah Desa dengan Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan KKN. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo, Widyowati Diah Anggraeni ketika membuka sosialisasi inovasi Perangkat Daerah DPPPAPMD pada Senin, 27 Oktober 2025 kemarin.
Sosialisasi yang diikuti perwakilan dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo itu bertujuan selain untuk memperkenalkan inovasi Pelas Pedes dan Kol Pedes, juga sekaligus sebagai ajang koordinasi pelaksanaan tugas-tugas kedinasan antara DPPPAPMD dengan desa-desa, melalui aparat pemerintah kecamatan. Kepala Bidang Administrasi Pemerintah Desa Heni Susanti menjelaskaan bahwa Pelas Pedes merupakan inovasi yang menjadi wadah bagi apparat pemerintah desa untuk melakukan konsultasi / koordinasi atau verifikasi terkait administrasi desa, yang meliputi pelayanan administrasi terkait pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Sedangkan inovasinya dikemas dalam Whatapps chatbot.
Sementara itu Kol Pedes Penting dalam pelaksanaan KKN, yang merupakan inovasi dari bidang Penataan dan Kerjasama Desa, melalui Kepala Bidang Ulfah Nursekhah menyampaikan bahwa Inovasi Kol Pedes Penting dalam pelaksanaan KKN adalah sebuah inovasi pembaharuan layanan yang dibangun dengan adanya permasalahan terkait penempatan mahasiswa KKN yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Purworejo. Beberapa permasalahan tersebut antara lain bahwa penentuan lokasi KKN di desa-desa seringkali kurang sesuai dengan kebutuhan desa tersebut, bahkan kadangkala terpaku pada desa-desa tertentu saja, sehingga ada desa yang membutuhkan akan tetapi tidak pernah menjadi lokasi KKN. Disisi lain beberapa desa menjadi lokasi kegiatan KKN berkali-kali. Kendala lain yang juga merupakan hal yang sering dialami oleh Perguruan Tinggi adalah bahwa Perguruan Tinggi tersebut kesulitan menentukan lokasi KKN yang sesuai dengan bidang keilmuwan mahasiswanya.
Dengan adanya inovasi Kol Pedes ini, desa-desa bisa melakukan input kondisi serta kebutuhan desanya melakui link yang sudah ditentukan. Link ini bisa diakses baik oleh pihak kecamatan, kabupaten maupun Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan Perguruan Tinggi akan memperoleh informasi tentang kondisi geografis, karakteristik, serta kebutuhan suatu desa. Hal tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menerjunkan mahasiswanya dalam kegiatan KKN, tentunya yang sesuai dengan bidang keilmuawan mahasiswa yang bersangkutan. Sekretaris Kecamatan Grabag Nanang menyampaikan kekhawatirannya, apabila link Kol Pedes ini bisa diakses oleh publik, maka ada kemungkinan pihak-pihak lain yang tidak berwenang ikut melakukan input. “ Takutnya, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ikut melakukan input, bagaimana kalau hal itu terjadi, , harus ada semacam pengaman, “ tukas Nanang. Mensikapi hal tersebut, tim teknis dari DPPPAPMD akan menambahkan semacam username untuk masing-masing desa, sehingga hanya desa-desa yang mempunyai username yang bisa melakukan input dalam link tersebut. (kpkd)
Kol Pedes Penting dalam Pelaksanaan KKN : https://linktr.ee/pkdbidang
Pelas Pedes : 08 1313 44 2525





.jpg)


