WORKSHOP INTERAKTIF AKU PEDULI, SEKOLAH HARMONI MENJADI PELOPOR BUDAYA PEDULI, SALING MENGHARGAI, DAN BERTUMBUH BERSAMA
WORKSHOP INTERAKTIF AKU PEDULI, SEKOLAH HARMONI MENJADI PELOPOR BUDAYA PEDULI, SALING MENGHARGAI, DAN BERTUMBUH BERSAMA

By DPPPAPMD KAB PURWOREJO 31 Jul 2026, 18:12:15 WIB Pemerintahan
WORKSHOP INTERAKTIF AKU PEDULI, SEKOLAH HARMONI  MENJADI PELOPOR BUDAYA PEDULI, SALING MENGHARGAI, DAN BERTUMBUH BERSAMA

Dalam rangka Memperingati Hari Anak Nasional ke 42 Tahun 2026, Pawiro Sastro Foundation bekerjasama dengan Alumni Muda Ganesha serta Dinas Pendidikan pada hari Kamis Tanggal 30 Juli 2026 jam 07.00 – 11.00 WIB bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purwore menyelenggarakan Workshop Interaktif bagi perwailan siswa SMA/SMK Se Kabupaten Purworejo dengan tema Aku Peduli, Sekolah Harmoni menjadi pelopor budaya peduli, dan bertumbuh bersama. DPPPAPMD yang diwakili oleh Ibu Heny Safaryuni Tataningsih, SH. M.AP. memberikan sosialisasi stop bullying. Kegiatan diikuti oleh 100 siswa SMA/SMK se Kabupaten Purworejo.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa Perilaku bullying atau perundungan pada remaja bukan lagi sekadar "candaan" biasa, melainkan sebuah bentuk penindasan sengaja yang berulang. Fenomena ini terjadi akibat dinamika kelompok, pencarian jati diri yang keliru, hingga minimnya kontrol emosi
Bentuk-bentuk bullying yang sering melanda remaja meliputi: 
•    Verbal: Ejekan, hinaan, menyebarkan rumor buruk, atau mencemooh.
•    Fisik: Memukul, mendorong, menendang, atau merusak barang milik korban.
•    Relasional/Sosial: Pengucilan, pengabaian, dan menghancurkan reputasi pertemanan.
•    Cyberbullying: Perundungan digital lewat media sosial, pesan teror, atau komentar jahat. 

Dampak Nyata pada Remaja
Remaja yang terjebak dalam ekosistem perundungan—baik sebagai korban maupun saksi—menghadapi risiko yang serius, antara lain: 
•    Kesehatan Mental: Memicu kecemasan ekstrem, stres, depresi berat, hingga trauma.
•    Akademik: Menurunnya konsentrasi belajar, hilangnya minat sekolah, hingga penurunan prestasi.
•    Kesehatan Fisik: Mengganggu pola tidur (insomnia) hingga memicu keluhan fisik akibat stres kronis.

Pada kesempatan tersebut ada diskusi mengenai beberapa kasus kekerasan terhadap anak, dan diminta menganalisa dan memeberikan jawabannya dengan melakukan presentasi serta dilakukan deklarasi Aku Peduli Sekolah Harmoni 
Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan agen perubahan di sekolah-sekolah terkait pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah untuk menjadi pelopor dan pelapor. Memberikan apresiasi untuk Prawiro Sastro Foundation yang peduli akan pendidikan Anak.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment