▴DPPPAPMD Kabupaten Purworejo▴ - Sosialisasi OCSEA (Online Child Sexual Exploitation and Abuse) di SMPN 33 Purworejo
- Sosialiasi Stop Bullying dan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di SMK Kristen Penabur Purworejo
- Sosialiasi Bersama Stop Tindakan Bullying, Fenomena Sosial Perilaku Remaja di SDN Sidomulyo Kecamatan Purworejo
- Sosialisasi Pencegahan Perundungan/Bullying di SMKN 8 Purworejo
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di MAN Purworejo
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di SMP Negeri 21 Purworejo
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di MTSN 3 Purworejo
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di SMP N 19 Purworejo
- Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Watuduwur Kecamatan Bruno
- Forum Anak Goes To School (FAGTS) di SMP N 1 Purworejo
Sosialiasi Bersama Stop Tindakan Bullying, Fenomena Sosial Perilaku Remaja di SDN Sidomulyo Kecamatan Purworejo
Sosialiasi Bersama Stop Tindakan Bullying, Fenomena Sosial Perilaku Remaja di SDN Sidomulyo Kecamatan Purworejo
Berita Terkait
- Sosialisasi Pencegahan Perundungan/Bullying di SMKN 8 Purworejo0
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di MAN Purworejo0
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di SMP Negeri 21 Purworejo0
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di MTSN 3 Purworejo0
- Layanan Edukasi dan Konseling Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (Layanan Si Komo PaPA) di SMP N 19 Purworejo0
- Forum Anak Goes To School (FAGTS) di SMP N 1 Purworejo0
- Koordinasi Terkait Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 Berkolaborasi dengan LPKA Kelas 1 Kutoarjo0
- Forum Anak Goes To School (FAGTS) di SMP N 31 Purworejo0
- Forum Anak Goes To School (FAGTS) di MTs N 3 Purworejo0
- Forum Anak Goes To School (FAGTS) di SMP N 29 Purworejo0
Berita Populer
- KP SPAM SEBAIKNYA MENJADI UNIT USAHA BUMDES
- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32 Tahun 2025
- 118 Desa mulai input kuesioner Indeks Desa Membangun (IDM) secara online
- Rapat Koordinasi Posyandu 6 SPM Permendagri 13 tahun 2025
- Dialog Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Pelatihan Aplikasi pelaporan bankeu kepada pemdes PAK BEJO di Kecamatan Butuh
- Rakor TPPS Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2024
- SOSIALISASI DAN PEMINATAN KESANGGUPAN DESA DALAM PROGRAM HID MAMA
- Hari Jadi ke- 17 Gema Desa 2025 di Stadion Manahan Solo
- Insentif bagi Ketua RT RW
.jpg)
Pada hari Rabu 15 Juli 2025 pukul 08.30 – 11.00 WIB bertempat di Pendopo Balai Desa Sidomulyo Purworejo, DPPPAPMD Kab. Purworejo DPPPAPMD yang dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ibu Heny Safaryuni Tataningsih, SH. M.AP. memberikan sosialisasi pencegahan perundungan/bullying dengan tema BESTIE : Bersama Stop Tindakan Bullying, Fenomena Sosial Perilaku Remaja.
Kegiatan diikuti oleh 289 murid kelas 1 s.d 6 SDN Sidomulyo Purworejo. Kegiatan ini bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Acara Dibuka oleh Ibu Kepala SDN Sidomulyo dan dihadiri oleh Ketua Komite dan Kepala Desa Sidomulyo.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa BESTIE (Bersama Stop Tindakan Bullying) merupakan sebuah jargon, tema kampanye, atau gerakan edukasi anti-perundungan yang berfokus pada pemutusan mata rantai kekerasan guna menciptakan lingkungan sosial remaja yang sehat, aman, dan berprestasi. Pemanfaatan kata "Bestie" (istilah gaul remaja untuk sahabat dekat) dipakai secara strategis agar pesan sosialisasi lebih mudah diterima oleh generasi.
Memahami Fenomena Sosial Perilaku Bullying Remaja
Perilaku bullying atau perundungan pada remaja bukan lagi sekadar "candaan" biasa, melainkan sebuah bentuk penindasan sengaja yang berulang. Fenomena ini terjadi akibat dinamika kelompok, pencarian jati diri yang keliru, hingga minimnya kontrol emosi
Bentuk-bentuk bullying yang sering melanda remaja meliputi:
• Verbal: Ejekan, hinaan, menyebarkan rumor buruk, atau mencemooh.
• Fisik: Memukul, mendorong, menendang, atau merusak barang milik korban.
• Relasional/Sosial: Pengucilan, pengabaian, dan menghancurkan reputasi pertemanan.
• Cyberbullying: Perundungan digital lewat media sosial, pesan teror, atau komentar jahat.
Dampak Nyata pada Remaja
Remaja yang terjebak dalam ekosistem perundungan—baik sebagai korban maupun saksi—menghadapi risiko yang serius, antara lain:
• Kesehatan Mental: Memicu kecemasan ekstrem, stres, depresi berat, hingga trauma.
• Akademik: Menurunnya konsentrasi belajar, hilangnya minat sekolah, hingga penurunan prestasi.
• Kesehatan Fisik: Mengganggu pola tidur (insomnia) hingga memicu keluhan fisik akibat stres kronis.
Strategi "BESTIE" dalam Mencegah Perundungan
Untuk menghentikan fenomena ini, gerakan bersama harus diwujudkan melalui aksi-aksi nyata berikut:
1. Jadilah Teman Sebaya yang Strategis (Peer Support).
Teman sebaya memegang peran kunci dalam mendeteksi dini bullying. Berhentilah menjadi penonton pasif (bystander). Jika melihat penindasan, segera bela korban atau alihkan perhatian pelaku.
2. Budayakan Empati dan Komunikasi Positif
Edukasi di sekolah harus menekankan keterampilan sosial, regulasi emosi, dan kebiasaan saling menghargai. Berhenti membiarkan budaya saling mengejek verbal.
3. Bangun Kepercayaan Diri Korban
Bantu korban untuk tetap tenang, berani menatap mata pelaku, serta tidak menunjukkan sikap takut agar pelaku merasa bosan.
4. Sediakan Ruang Aman untuk Berani Bicara (Speak Up)
Korban sering kali takut mengadu karena ancaman. Pihak sekolah atau komunitas perlu memfasilitasi kanal pengaduan yang aman dan rahasia. Korban atau saksi juga bisa menghubungi hotline nasional di nomor 129 atau layanan aduan UPT PPA.
Mari bersama-sama kita gaungkan gerakan BESTIE demi mewujudkan masa depan remaja Indonesia yang sehat jiwa, raga, dan sosialnya.
Semua siswa mengikuti dengan baik dan aktif bertanya dan bernyanyi. SDN Sidomulyo Purworejo berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi dikesempatan lain karena bisa menjadi bekal siswa/siswi agar terhindar dari kekerasan verbal maupun non verbal.







