▴DPPPAPMD Kabupaten Purworejo▴ - Persiapan kegiatan Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak dan Forum Anak Goes to School
- Ketua GOW Kabupaten Purworejo Menghadiri Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Purworejo Masa Bhakti 2024- 2029.
- Rapat Persiapan Pelaksanaan Pembinaan Ketua RT dan Ketua RW se Kabupaten Purworejo
- Rapat Koordinasi Persiapan Resepsi Hari Kartini Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Rakor GOW dan Halal Bihalal Pengurus serta Anggota GOW Kabupaten Purworejo
- Koordinasi Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Desa Benowo
- Forkare Menghadiri Musrenbang RKPD Tingkat Kabupaten dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Purworejo tahun 2027
- Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar DPPPAPMD Hari Raya Idul Fitri 1447 H
- Sosilalisasi Cegah Perkawinan Anak ( Cepak)
- Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Gerai KDMP
Upaya Jateng Menangkal Pemanasan Global malalui Program Kampung Iklim (Proklim)
Upaya Jateng Menangkal Pemanasan Global malalui Program Kampung Iklim (Proklim)
Berita Terkait
- Workshop pengarusutaman kelompok merginal (penyandang Disabilitas)0
- RaKor penyelesaian tukar menukar tanah kas desa Kambangan Kecamatan Bruno0
- Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Aset Desa di Kecamatan Banyuurip0
- Penerimaan Mahasiswa KKN STTKD di Patutrejo Grabag0
- Penerimaan Mahasiswa KKN STAI AN NAWAWI Tahun 2019 0
- Monitoring (Musdes)Musyawarah Desa penyusunan RPJMDes0
- Rapat koordinasi percepatan pencairan dana propendakin tahun 20190
- PEMBINAAN P2MBG TAHUN 2019 DI DESA PUCANGAGUNG KECAMATAN BAYAN0
- Rapat Pembahasan Petunjuk Pelaksanaan PKD (Pengelolaan Keuangan Desa)0
- Sosialisasi Pengelolaan Aset Desa se Kecamatan Kemiri Kab Purworejo0
Berita Populer
- KP SPAM SEBAIKNYA MENJADI UNIT USAHA BUMDES
- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32 Tahun 2025
- 118 Desa mulai input kuesioner Indeks Desa Membangun (IDM) secara online
- Pelatihan Aplikasi pelaporan bankeu kepada pemdes PAK BEJO di Kecamatan Butuh
- Rapat Koordinasi Posyandu 6 SPM Permendagri 13 tahun 2025
- Dialog Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- SOSIALISASI DAN PEMINATAN KESANGGUPAN DESA DALAM PROGRAM HID MAMA
- Insentif bagi Ketua RT RW
- Dalam rangka menghadiri dan mengikuti Undangan Sosialisasi Vaksinasi di Kabupaten Purworejo
- Hari Jadi ke- 17 Gema Desa 2025 di Stadion Manahan Solo

Proklim merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sejak 2016 lalu, Program tersebut ditindaklanjuti oleh Pemprov Jateng dengan membuat kampung-kampung iklim di seluruh daerah Jawa Tengah.
Kepala Dinas LHK Jateng, Teguh Dwi Paryono mengatakan, hingga saat ini sudah ada 338 kampung iklim di Jawa Tengah.
“Kami akan terus tingkatkan keberadaan kampung iklim di Jateng. Dengan jumlah saat ini, Jateng menjadi daerah dengan kampung iklim terbanyak di Indonesia,” kata Teguh saat acara Jambore Daerah Program Kampung Iklim Jawa Tengah di Magelang, Rabu (24/7/2019).
Untuk mempercepat pertumbuhan kampung iklim, pihaknya lanjut dia telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan sejumlah perusahaan dan desa-desa di Jateng. Dalam waktu dekat, ditargetkan ada 700 kampung iklim di provinsi ini.
Tingginya jumlah kampung iklim di Jateng mendapat apresiasi dari Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK, Ruandha Agung Sugardiman.
Ruanda menerangkan, keseriusan Jawa Tengah dalam membantu mengatasi persoalan pemanasan global patut dicontoh.
“Saya bangga dengan Jawa Tengah, ada bukti nyata tentang permasalahan perubahan iklim, dengan adanya 338 kampung iklim,” ujarnya.
Proklim lanjut dia menjadi upaya yang nyata dalam upaya pengurangan pemanasan global. Dengan keterlibatan masyarakat menjaga iklim, seperti giat melakukan penanaman pohon, tidak membuang sampah sembarangan dan kegiatan lain, maka bumi akan semakin terjaga.
“Proklim ini memberikan dampak yang sangat luas untuk menjaga lingkungan kita menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan. Salah satu hal yang mudah untuk dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Selain kampung iklim, pada September nanti Jateng akan menggelar konggres sampah. Kami akan undang perusahaan, komunitas, masyarakat, pemerintah dan semua pihak untuk mengatasi persoalan sampah ini,” ucapnya.








