▴DPPPAPMD Kabupaten Purworejo▴ - FORKARE (Forum Komunikasi Anak Kabupaten Purworejo) menghadiri Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik BPKPAD Kabupaten Purworejo
- Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Grabag
- Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik BKPSDM Kabupaten Purworejo
- Grebeg Budaya Purworejo 2026
- Forum Perangkat Daerah DKUKMP
- Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM
- Sosialisasi Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (D/KRPPA) Menuju Kabupaten Purworejo Layak Anak Tahun 2026
- Final Checking Persiapan Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Desa Grabag
- Musrenbang Kecamatan Bayan
- Musrenbang Kecamatan Bruno
PURWOREJO BELUM MEMILIKI KAWASAN PERDESAAN
Rapat Koordinasi Pembagunan Kawasan Perdesaan Kabupaten Purworejo Tahun 2022
Berita Terkait
- KP SPAM SEBAIKNYA MENJADI UNIT USAHA BUMDES0
- Koordinasi Tindak Lanjut Proses Transformasi dan Tata Cara Pembentukan Pengelola Kegiatan Dana Bergulir Masyarakat Eks PNPM MPd Menjadi BUMDesma0
- MONEV KEGIATAN PEMBANGUNAN ATAU REHABILITASI TALUD dan DRAINASSE DUSUN CAREN LOR RT 01 DAN RT 02 RW 02 DESA KALIURIP, KEC BENER, KAB. PURWOREJO0
- BANKEU PROVINSI JATENG BAGI PEMERINTAH DESA TAHAP II CAIR0
- Evaluasi dan Verifikasi Proposal Permohonan Pencairan Banbup 20230
- BANKEU PROVINSI JATENG BAGI PEMERINTAH DESA 0
- ACARA PENYAMAAN PERSEPSI DAN LANGKAH KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT INKLUSIF SDG\'s DESA KRANDEGAN0
- Monitoring dan Evaluasi Perihal Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa 0
- Survey Lapangan Terkait Lokasi Bantuan Gubernur Tahun 2022 Kegiatan Sarana Prasarana Desa0
- BANKEU PROVINSI JATENG BAGI PEMERINTAH DESA AKHIRNYA PECAH TELUR0
Berita Populer
- KP SPAM SEBAIKNYA MENJADI UNIT USAHA BUMDES
- Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32 Tahun 2025
- 118 Desa mulai input kuesioner Indeks Desa Membangun (IDM) secara online
- Pelatihan Aplikasi pelaporan bankeu kepada pemdes PAK BEJO di Kecamatan Butuh
- Rapat Koordinasi Posyandu 6 SPM Permendagri 13 tahun 2025
- SOSIALISASI DAN PEMINATAN KESANGGUPAN DESA DALAM PROGRAM HID MAMA
- Dialog Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Dalam rangka menghadiri dan mengikuti Undangan Sosialisasi Vaksinasi di Kabupaten Purworejo
- Insentif bagi Ketua RT RW
- Hari Jadi ke- 17 Gema Desa 2025 di Stadion Manahan Solo

Drs. Nur Hidayati, MM (Sekretaris DPPPAPMD Kabupaten Purworejo) membuka jalannya Rakor Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun 2022 yang dilaksanakan pada Hari Rabu, 15 Juni 2022 di Aula DPPPAPMD. Rakor yang diikuti oleh perwakilan dari Kecamatan Bener, Loano dan Kaligesing; 12 Desa yang masuk Zona Penyangga Badan Pelaksana Otorita Borobudur di 3 Kecamatan; dihadiri pula oleh personil Bidang PKD serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Purworejo.
Pada kesempatan itu, Drs. Nur Hidayati, MM. menyampaikan sejak beberapa tahun terakhir di Kabupaten Purworejo belum ada satu pun kawasan perdesaan yang terbentuk. Selama ini di Purworejo baru terbentuk rintisan kawasan perdesaan, dan akhirnya tidak berlanjut hingga terbentuknya kawasan perdesaan sebagaimana diatur dalam peraturan yang ada. Untuk itu diharapkan adanya rakor pembangunan kawasan perdesaan yang diikuti oleh 3 Kecamatan beserta 12 Desa penyangga BPOB antara lain Kecamatan Bener: Jati, Medono, Pekacangan, Cacaban Lor, Cacaban Kidul, Benowo, dan Kalitapas; Kecamatan Loano: Sedayu, Ngargosari, dan Banyuasin Kembaran; Kecamatan Kaligesing: Ngadirejo dan Pucungroto, nantinya dapat mewujudkan kawasan perdesaan di Kabupaten Purworejo.
Pada sesi selanjutnya, Kusairi, AP. MM. Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa (PKD) menyampaikan materi Pembangunan Kawasan Perdesaan. Beberapa hal terkait aturan-aturan yang mendasari pembangunan kawasan perdesaan, pengertian dan kerangka dasar serta tujuan pembangunan kawasan perdesaan dijelaskan secara runtut. Hal pokok terkait proses pembangunan kawasan perdesaan yang diawali dari pemetaan potensi dan sumber daya Desa menjadi salah satu topik yang sangat ditekankan, yang dalam prakteknya pola pengusulan Kawasan Perdesaan secara Bottom Up Planning (perencanaan dari bawah) menjadi hal yang sangat dimungkinkan dalam proses pembangunan kawasan perdesaan di Kabupaten Purworejo.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Adriyani, menyambung materi terkait pembangunan kawasan perdesaan. Dalam paparannya Adriyani menyampaikan beberapa pengalamannya mengikuti proses pembangunan kawasan perdesaan di beberapa kabupaten sebelum yang bersangkutan ditugasi selaku TAPM di Kabupaten Purworejo. Pada kesempatan itu Adriyani juga mulai melakukan pendataan potensi dan sumber daya Desa, sebagai bahan awal guna pengelompokkan desa-desa dalam satu kawasan berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta saling mendukung antara satu desa dengan desa yang lain. (PKD)








